Dalam dunia bola basket, tidak banyak pemain yang memiliki pengaruh sekuat Magic Johnson. Ia mengubah cara pandang orang terhadap posisi point guard. Ia bukan hanya sekadar pendistribusi bola, tetapi seorang konduktor orkestra yang memiliki seni mengatur serangan yang tiada duanya. Dengan tinggi badan 2,06 meter, yang tidak lazim untuk posisi point guard, Magic bisa melihat seluruh lapangan dan membuat operan-operan ajaib yang memukau. Seni mengatur serangan miliknya adalah alasan utama di balik kesuksesan tim Los Angeles Lakers di era 1980-an.
Seni mengatur serangan Magic Johnson tidak hanya mengandalkan operan-operan tanpa melihat (no-look pass) yang ikonik, tetapi juga pemahaman yang mendalam tentang ritme pertandingan. Ia tahu kapan harus mempercepat tempo (fast break) dan kapan harus memperlambat permainan untuk mencari celah. Kemampuannya untuk membuat rekan setimnya menjadi lebih baik adalah yang paling membedakannya dari pemain lain. Menurut data dari NBA Analyst per 25 September 2025, dalam sepuluh musim pertamanya, Magic Johnson rata-rata mencatat lebih dari 10 assist per pertandingan, sebuah rekor yang sulit dipecahkan.
Selain itu, seni mengatur serangan Magic Johnson juga terlihat dari kemampuannya bermain di berbagai posisi. Dalam sebuah pertandingan final NBA melawan Boston Celtics pada tahun 1980, ia bahkan bermain sebagai center di posisi starter. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dan pemahaman taktisnya yang luar biasa. Ia adalah pemain yang menempatkan kepentingan tim di atas segalanya, dan itulah yang membuat ia dicintai oleh rekan setim dan penggemar.
Pihak kepolisian pun mengagumi Magic Johnson, terutama dalam hal kepemimpinan dan kerja sama tim. Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Doni Mahendra, menyatakan bahwa mengatur serangan yang dimiliki Magic mirip dengan bagaimana sebuah tim harus bekerja di lapangan. “Setiap personel memiliki perannya masing-masing. Kerja sama dan komunikasi yang baik adalah kunci untuk mencapai tujuan,” ujarnya pada hari Rabu, 24 September. Dengan demikian, Magic Johnson bukan hanya seorang pemain basket, melainkan seorang seniman yang mengubah cara bermain dan menginspirasi banyak orang dengan seni mengatur serangan yang ia miliki.