Olahraga basket seharusnya menjadi wadah yang inklusif bagi semua orang tanpa memandang latar belakang suku, ras, maupun agama. Berangkat dari semangat sportivitas dan kemanusiaan, Perbasi Malang meluncurkan sebuah kampanye anti rasisme yang masif. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa lapangan basket menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh pemain maupun penonton. Di tengah keragaman yang ada di Indonesia, inisiatif ini menjadi pengingat penting bahwa perbedaan harus dirayakan, bukan dijadikan alasan untuk melakukan diskriminasi di dalam maupun di luar arena pertandingan.
Kampanye ini dilakukan melalui berbagai kanal, baik di media sosial maupun secara langsung di setiap kompetisi basket yang diadakan di wilayah Malang. Spanduk-spanduk berisi pesan perdamaian dan penolakan terhadap tindakan rasis dipasang di sudut-sudut lapangan. Selain itu, para pemain diwajibkan untuk menandatangani pakta integritas sebelum memulai pertandingan, yang berisi komitmen untuk menghargai lawan dan menjaga sikap selama laga berlangsung. Perbasi Malang menegaskan bahwa tindakan rasisme sekecil apa pun tidak akan ditoleransi dan akan berakibat pada sanksi tegas hingga pelarangan berpartisipasi dalam liga.
Pentingnya edukasi terhadap penonton juga menjadi poin utama dalam kampanye ini. Seringkali, gesekan terjadi karena perilaku suporter yang kurang dewasa dan melontarkan komentar rasis kepada pemain lawan. Perbasi Malang bekerja sama dengan kelompok suporter untuk memberikan pemahaman mengenai etika mendukung tim. Mereka menyosialisasikan bahwa basket adalah tontonan keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Melalui pendekatan persuasif ini, diharapkan akan tercipta suasana pertandingan yang kondusif, di mana setiap orang dapat menikmati laga dengan damai tanpa takut mendapatkan perlakuan diskriminatif.
Dukungan terhadap kampanye ini datang dari berbagai pihak, termasuk dari para pemain bintang yang pernah membela klub asal Malang. Mereka secara aktif mengunggah pesan-pesan anti rasisme melalui akun media sosial pribadi untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Pengaruh figur publik ini sangat kuat dalam memberikan edukasi kepada generasi muda agar mereka memiliki kesadaran tinggi akan bahaya dan dampak negatif dari perilaku rasisme. Basket bukan hanya sekadar kompetisi fisik, tetapi juga refleksi dari nilai-nilai kehidupan yang luhur.